Denpasar (KABARIN) - BBMKG Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di perairan selatan Bali dan Selat Lombok bagian selatan yang diperkirakan mencapai hingga 4 meter.
Prakirawan BBMKG Wilayah III Luh Nyoman Didik menyampaikan kondisi tersebut diperkirakan terjadi pada 9 hingga 12 Mei dan perlu diwaspadai oleh masyarakat, khususnya pelaku pelayaran.
Menurut BMKG, kondisi ini dipicu oleh pola angin di wilayah perairan utara dan selatan Bali yang bergerak dari arah timur laut ke tenggara dengan kecepatan mencapai 25 knot atau sekitar 46 km per jam.
Selain wilayah selatan Bali, gelombang juga diprediksi mencapai sekitar 2,5 meter di Selat Lombok bagian utara, Selat Bali bagian selatan, Selat Badung, serta perairan utara Bali.
BMKG juga mencatat cuaca di Bali pada 8 hingga 9 Mei umumnya berawan, termasuk di sejumlah kawasan wisata. Namun hujan diperkirakan terjadi di kawasan Bedugul, Kabupaten Tabanan, pada Sabtu sore.
Kondisi angin dan gelombang ini dinilai berisiko terhadap keselamatan pelayaran, sehingga sejumlah pihak diimbau meningkatkan kewaspadaan.
Operator kapal feri diminta waspada terhadap angin hingga 21 knot dan gelombang setinggi 2,5 meter. Sementara operator kapal tongkang diimbau berhati-hati saat angin mencapai 16 knot dengan gelombang hingga 1,5 meter.
Adapun nelayan kecil diminta mewaspadai angin di atas 15 knot atau sekitar 27 km per jam dengan tinggi gelombang hingga 1,25 meter.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi seperti media sosial BMKG maupun aplikasi Info BMKG.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026